Kamis, 08 Maret 2012 3 komentar

Si Tua Renta


Di atas tanah surga Indonesiaku,
Ia terpaku,
Tak mampu teteskan air mata,
Tak mampu membendung derita,
Si tua renta kini pasrah.

Tiap detik alam berhembus,
Udara bergerak menerpa menghunus,
Tak peduli tipisnya tubuh si tua renta,
Terbaring beralas tanah, di balik jelaja.

Aku hanya mampu menatapnya,
Bercerita lewat puisi sederhana,
Tentang tubuh yang dulu kokoh,
Kini tergopoh-gopoh,
Tentang otot yang dulu kekar,
Kini kian gemetar,

Ia berkumandang dalam diam,
Berteriak lewat tatapan,
Menangis lewat senyuman,
Ia berkata dalam bisu,
“aku tak ingin mati,
Saat negriku mulai dijajah lagi”
Kamis, 02 Februari 2012 0 komentar

Waktu

tik..
tikk...
tikkk....
jarum brkelana menyusuri detik.,.,.
saat smua di ujung detik,.,.
manusia tak lagi dapat berkutik..,..
tak akan mampu lagi berbalik.,.,.
paras tampan maupun cantik.,.,.
tiada guna di hadap sang Khalik..,.
Rabu, 11 Januari 2012 2 komentar

Secangkir Rasa

: Ummi

Sebelum cahaya menyemburat dari balik bukit,
Dengan tepukan lembutnya pada kulit,
Dia sadarkan aku yang hampir menyentuh langit,
Meski membuka mata masih ku sulit,
Kucoba bangkit,
Demi ibadah pada pencipta bukit juga langit.

Tak jemu dia beri tuntunan,
Mencintai kehidupan, juga kematian,
Mencintai anugerah, juga musibah,
Dan mencintai indahnya hidayah.

Kini dia menginspirasi,
Dalam coretanku yang penuh imajinasi,
Tak tahu harus berapa banyak kata cinta,
Untukku mendeskripsikan kesungguhan secangkir rasa.

Sungguh demi Tuhan aku cinta,
Pada dia yang membuatku menatap dunia,
Ingin ku ungkap di hadapannya,
Dengan sungguh hati dan semesta jiwa,
Demi hasrat yang tertanam dalam darah.........
"Ummi... Aku cinta ummi karena Allah"
^_^

kudedikasikan untuk Ummiku tercinta "Wa Ode Muhibbah Suryani"
Kamis, 05 Januari 2012 0 komentar

LOMBA CIPTA PUISI 2012

PALING LAMBAT: 30 April 2012

150 Puisi Pilihan akan DIBUKUKAN … !!!

TEMA LOMBA:

“EKSPRESIKAN DIRIMU DENGAN PUISI”

SYARAT PENULISAN:

Jumlah halaman maksimal 3 lembar, spasi 1,5, jenis huruf Times New Roman font 12, ukuran kertas A4.
Setiap peserta boleh mengirim puisi maksimal 2 judul puisi.
Margin (garis): atas, bawah, samping kiri dan kanan (semua 3 cm atau 1,18 inchi)
Mencantumkan nama penulis dan biodata narasi singkat pada bagian akhir naskah puisi.

Kirim karya ke alamat email: LombaPuisiWR@gmail.com
Judul/Subjek email tulis: LCP 2012#Judul Puisi#Nama Penulis.
Melampirkan Nomor Anggota SMPO Writing Revolution (bagi peserta Sekolah Menulis Puisi Online) dan scan/foto bukti transfer biaya lomba bagi yang bukan anggota SMPO.

Syarat Peserta:

Terbuka untuk anggota SMPO dan umum.
Gratis khusus bagi peserta SMPO. Bagi Anda yang ingin bergabung di SMPO silakan klik di sini: http://menulisdahsyat.blogspot.com/2011/03/sekolah-menulis-puisi-online-smpo-harga.html
Sedangkan bagi peserta umum (bukan anggota SMPO) dikenakan biaya sebesar Rp 25.000,- untuk tiap peserta (silakan transfer ke nomor rekening bank berikut ini)
Peserta SMPO dan umum memiliki kesempatan yang sama untuk mengikutkan puisinya dalam lomba ini seperti syarat yang dituliskan di atas.

Bagi peserta Umum (bukan anggota SMPO) Silakan Transfer ke Rekening ini:

BCA Cabang Pekanbaru No. Rek. 2200-45-1972 AN. Joni Lis Efendi
BRI BritAma Cab. Pekanbaru No. Rek. 2087-01001-202500 AN. Joni Lis Efendi (
MANDIRI Syariah Cab. Pekanbaru No. Rek. 095-7046-370 AN. Joni Lis Efendi
BNI Syariah (bisa dari sesama BNI) Cabang Pekanbaru No. Rek. 00-9390-5353 AN. Joni Lis Efendi

KRITERIA PENILAIAN

Orisinalitas tema.
Kreativitas pemilihan kata/diksi.
Keindahan dan kedalaman pesan.
Kelengkapan naskah puisi. Jika tidak memenuhi syarat peserta di atas maka naskahnya gugur.

HADIAH

Juara I : Rp 1.000.000,- (ditambah buku antologi pemenang Lomba Cipta Puisi 2011 dan sertifikat penghargaan)
Juara II : Rp 750.000,- (ditambah buku antologi pemenang Lomba Cipta Puisi 2011 dan sertifikat penghargaan)
Juara III : Rp 500.000,- (ditambah buku antologi pemenang Lomba Cipta Puisi 2011 dan sertifikat penghargaan)
Juara Harapan I : Rp 300.000,- (ditambah buku antologi pemenang Lomba Cipta Puisi 2011 dan sertifikat penghargaan)
Juara Harapan II : Rp 200.000,- (ditambah buku antologi pemenang Lomba Cipta Puisi 2011 dan sertifikat penghargaan)
Juara Harapan III : Rp 100.000,- (ditambah buku antologi pemenang Lomba Cipta Puisi 2011 dan sertifikat penghargaan)
15 Orang Nominator (di luar pemenang) mendapatkan buku antologi dan sertifikat.

KETENTUAN MENGIKAT

Keputusan DEWAN JURI tidak bisa diganggu gugat.
Panitia tidak MELAYANI SURAT-MENYURAT.
DEWAN JURI berhak membatalkan keputusannya, jika di kemudian hari diketahui karya pemenang lomba melanggar karya cipta orang lain (plagiat).
HAK CIPTA tetap ada pada penulis, sedangkan PANITIA memiliki HAK untuk MEMPUBLIKASIKANNYA.

NOMOR KONTAK:

085664475048 (Risah) dan 0857-6320-8009


Info Lengkap klik: www.menulisdahsyat.blogspot.com
0 komentar

Dig-Dag-Dug

: ujian biologi ^_-

Semilir angin sejuk pagi ini
Meniupkan ketenangan pada hati yang resah
Gundah gulana sedang melanda
Jantung berpacu laksana kuda

Akankah sukses menghampiriku
Setelah usaha semalam suntuk
Sayup mata di pagi buta
Menahan kantuk beratkan mata

Lambung lantunkan nyanyian lapar
Sedikit lagi ku kan terkapar
Namun semangat terus berkobar
Demi mimpi ku harus tegar
0 komentar

Mendung

Awan hitam menggulung langitku
Tak sisakan cahaya untuk hatiku
Aku kini kian terpaku
Serupa patung berdiri kaku....

Bangau putih terbang ke selatan
Tinggalkan teratai di kolam khayangan
Teratai indah kuncup bunganya
Menanti bangau terbang ke utara....

Hidup ini jadi remang-remang
Laksana hutan ditinggal kunang-kunang
Lemah, seperti cahaya bulan yang memudar pada pukul lima
Suram, seperti lentera yang kehabisan minyak sebelum fajar....

Tak berdaya hadapi ini
Apa dikata garis Ilahi
Tapi rasaku kan tetap ada
Dengan nama Tuhan ku mencintainya....
0 komentar

Aku, 3x3

Menelungkupkan diri bak kura-kura
Berkawan buku dan sebuah pena
Perlahan namun pasti, kunodai kertasku nan suci
Demi segala curahan hati malam ini....

Di 3x3 ku menyendiri
Menutup rapat kotak mimpi
Segala ku torehkan dengan pena
Agar tertumpah lumpur jiwa....

Sunyi malam di kala purnama
Terdengarlah nun di sana
Sayup sampai tertiup
Pawana gitar berirama....

Teriakan nasib pada purnama
Yang masih saja menyebut asma Allah
Di perantauan aku terbaring
Semakin hari semakin kering....

hmm....
Dulu bermegah
Kini dalam susah
Roda alam menanti adil dan benar
Ku kan menang di belakang hari....

Gitarku kini telah patah
Tak ada lagi instrumen dalam 3x3
Nyanyian itu pun telah sirna
Habis sudah di malam purnama....
0 komentar

Aku

Aku bukan kamu

Aku bukan dia

Aku bukan kalian

Aku bukan mereka

Aku bukan apa-apa

selain

Aku adalah aku
Powered By Blogger
 
;