Di atas tanah surga Indonesiaku,
Ia terpaku,
Tak mampu teteskan air mata,
Tak mampu membendung derita,
Si tua renta kini pasrah.
Tiap detik alam berhembus,
Udara bergerak menerpa menghunus,
Tak peduli tipisnya tubuh si tua renta,
Terbaring beralas tanah, di balik jelaja.
Aku hanya mampu menatapnya,
Bercerita lewat puisi sederhana,
Tentang tubuh yang dulu kokoh,
Kini tergopoh-gopoh,
Tentang otot yang dulu kekar,
Kini kian gemetar,
Ia berkumandang dalam diam,
Berteriak lewat tatapan,
Menangis lewat senyuman,
Ia berkata dalam bisu,
“aku tak ingin mati,
Saat negriku mulai dijajah lagi”


3 komentar:
waw... pusinya bgus mas :)
iya mas, trima kasih.. mohon d share ya mas
Ikin share
Posting Komentar